Jakarta | 8 Mentari News- Produser sekaligus penulis skenario Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Robert Ronny, memiliki alasan khusus saat memilih pemeran karakter yang mengalami kesurupan dalam film horor tersebut.
Robert sengaja mencari wajah baru agar penonton dapat lebih mudah percaya bahwa karakter yang mengalami kesurupan sedang menghadapi situasi berbahaya, bukan sekadar melihat aktor terkenal memainkan sebuah peran.
“Saya tuh selalu bilang bahwa kita harus mencari siapa pun yang jadi kerasukan itu harus pemain baru,” kata Robert saat konferensi pers Kuasa Gelap: Perjanjian Darah di Jakarta, Senin (28/9).
Robert Ronny Tak Ingin Penonton Melihatnya sebagai Sekadar Akting
Menurut Robert, penggunaan aktor yang sudah sangat dikenal dapat membuat penonton lebih mudah mengingat sosok di balik karakter.
Kondisi itu, menurut dia, berpotensi membuat ketegangan dalam adegan menjadi kurang terasa karena penonton sudah mengenali aktornya.
“Jatuhnya, ‘oh, itu kan aktor A lagi akting kesurupan, begitu. Enggak terasa bahaya atau ketakutannya itu riil,” kata Ronny.
Sebaliknya, pemeran yang belum terlalu dikenal tetapi memiliki kemampuan akting dinilai dapat membuat penonton lebih mudah larut ke dalam karakter.
“Tapi jika penonton melihat seseorang yang tidak dikenali, yang belum banyak orang ketahui namun bisa berakting, itu menurut saya akan meningkatkan level terornya sampai ke level meyakinkan,” lanjut Ronny.
Strategi tersebut bukan pertama kali diterapkan Robert dalam waralaba Kuasa Gelap.
Untuk film pertama yang dirilis pada 2024 dan disutradarai Bobby Prasetyo, Robert memilih Lea Ciarachel untuk memerankan karakter Kayla.
Kini, pendekatan serupa diterapkan dalam sekuelnya dengan mencari pemeran pria untuk karakter Daniel.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sendiri merupakan sekuel yang kembali menghadirkan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas. LSF mencatat film ini disutradarai Rizal Mantovani
Robert mengatakan Rizal Mantovani sempat menilai karakter anak laki-laki yang harus tampil menyeramkan dalam kondisi kerasukan menjadi tantangan tersendiri.
“Susah lho dibikin anak laki jadi seram kerasukan tuh susah, ya gampang perempuan,” kata Robert menirukan tanggapan Rizal.
Dari sejumlah kandidat, pilihan akhirnya jatuh kepada Venly Arauna.
Robert mengakui Venly bukan pilihan utama mereka pada awal proses pencarian.
“Sebenarnya jujur aja nih, Venly ini bukan pilihan utama kami awalnya,” kata Ronny.
Namun, pengalaman Venly dalam film produksi Paragon Pictures sebelumnya, Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, membuat Robert melihat potensi yang dimilikinya.
Faktor penampilan juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pemilihan Venly untuk beradu peran dengan Ferry Salim yang memerankan ayah Daniel.
Robert mengatakan rambut panjang Venly turut menarik perhatian Rizal karena dinilai dapat memperkuat tampilan karakter Daniel.
“Kami akhirnya pilih Venly deh, karena salah satu faktornya juga waktu itu untung Ven, rambut lu panjang. ‘Bikin serem nih kalau rambutnya panjang’, kata Rizal gitu,” kenang Robert.
Menariknya, proses audisi Venly tidak langsung menguji kemampuan memerankan adegan kesurupan.
Menurut Venly, proses tersebut lebih banyak berfokus pada pemahaman karakter Daniel sebagai manusia.
“(Di audisi) enggak ada kesurupan-nya sama sekali, ‘reading’ adegannya lebih ke menjadi seorang Daniel itu sendiri sih,” kata Venly.
Pendekatan tersebut membuat proses casting tidak hanya mencari aktor yang mampu tampil menyeramkan, tetapi juga pemeran yang dapat memahami karakter sebelum masuk ke kondisi yang lebih ekstrem dalam cerita.
Karakter Daniel kemudian menjadi salah satu pusat konflik dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Materi promosi resmi film menyebut Daniel yang diperankan Venly menjadi bagian dari ancaman yang berkembang dari konflik keluarga menuju ancaman yang lebih luas.
Film berdurasi 117 menit tersebut dijadwalkan tayang mulai 8 Oktober 2026 dan juga hadir dalam format IMAX
